MENCARI MAHKOTA YANG HILANG

banner 468x60
Share disini :

CAKRAWALA NUSANTARA.CO.ID | SOLO RAYA- Sesungguhnya apapun itu, soal kehancuran diri bermula dari dirinya sendiri. Namun sayangnya hal ini tidak dimengerti oleh rata-rata makhluk yang disebut sebagai manusia. Kenapa? Itu karena mereka fokus pada penyebab eksternal yang selalu dihakimi sebagai biang kehancuran atas dirinya.

Lalu dengan serakah menyalahkan dan mengutuk siapapun yang dianggap sebagai pemicu kehancurannya. Sehingga tumbuhlah kebencian, dendam, kefanatikan merasa benar dan menolak disalahkan bak raja yang bengis dan kejam.

Ketahuilah, sebenarnya setiap manusia adalah raja atas dirinya sendiri. Hati, akal, jiwa, serta anggota tubuh yang tampak maupun tidak tampak itu laksana rakyat-rakyatnya. Jika kerajaan itu hancur, siapa yang paling tepat disalahkan?.

Secara bijak tentu yang bersalah adalah rajanya sendiri, karena kurang cerdas dalam mengelola dan menguasai kerajaannya. Sebagaimana hujan deras yang tidak bisa merubah padang pasir menjadi hutan, tentu manusia yang tidak berakal saja yang akan menyalahkan hujan sebagai penyebab tidak hadirnya hutan rimba di atas padang pasir yang membentang. Maka jadilah raja yang berakal, lalu pikirkan penyebab dari dalam, soal dari luar abaikan.

Mari hal ini sama-sama kita mengerti, ujian yang menimpa diri meskipun terasa menyakitkan jangan lantas begitu cepat menyalahkan atau menghakimi siapa dan apa saja penyebabnya.

Sebaiknya gunakan akal yang jernih, berpikirlah sebagai raja yang arif. Bahwasannya sakitnya dikhianati, perihnya dilukai, sesaknya dikecewakan, semua itu tidak akan terjadi bila kita tidak melampui batas dalam mencintai, menyukai atau menyenangi apapun dan siapapun.

Jika pun berani memulai tentu harus berani mengakhiri, bukan malah berani menikmati namun tidak berani menghentikan suatu kenikmatan yang bukan menjadi haknya lagi.

Sadarlah dan renungkan, perihal kerakusanmu itu? Bangkitlah dari kehinaan diri, buang hasrat kesombongan yang tumbuh dari benih-benih merasa benar. Jadilah raja yang cerdas dan bijak yang sanggup merajai diri dengan segala kebaikan.

Yang bisa memberi manfaat untuk diri sendiri dan bagi seluruh penghuni alam. Itulah sebenar-benarnya raja, yang bermahkotakan kemulian. Dengan segala resiko siap terus berjuang.

Uruslah kerajaanmu dengan baik, karena musuhmu bukan orang lain, tapi rakyatmu sendiri yang hidup ditubuhmu itu. Makmurkan mereka dengan ilmu, kasih sayang dan kesahajaan.

Jangan ajari mereka sebagai pembenci ataupun pendendam. Kenalkan mereka pada keindahan dan kelembutan, agar rakyat-rakyatmu itu sejahtera dan hidup dalam kedamaian. Selamat merajai diri sendiri.

Penulis : Sri Narendra Kalaseba (SNK) 

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.