Gelora Greget Milenia Pencerahan Wawasan Kebangsaan Untuk Generasi Milenial

banner 468x60
Share disini :

CAKRAWALA NUSANTARA.CO.ID|KARTASURA–Kartasura Greget bekerjasama dengan Kodim 0726/Sukoharjo menggelar acara bertajuk Gelora Greget Milenia Pencerahan Tentang Wawasan Kebangsaan Untuk Generasi Milenial di salah satu kafetaria di kawasan Kelurahan Gonilan, Kecamatan Kartasura, Sabtu, (12/11/2022) malam.

Acara tersebut menghadirkan tiga pemateri yakni Penggagas Kartasura Greget Djuyamto, SH, MH, Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi, SE dan Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Soni Sumarsono.

Acara tersebut dihadiri Danramil Kartasura Kapten Inf Mardiyanto, perwakilan Forkompinca, perwakilan karang taruna dari 12 desa/kelurahan se-Kartasura beserta kepala desa/lurah se- Kartasura.

Selain pembekalan wawasan kebangsaan juga dilaksanakan launching video klip lagu berjudul Indonesia Sejati yang dibawakan Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi bersama istri Stevie Slamet Riyadi.

Lagu tersebut merupakan karya musisi senior asal Kartasura Andi Zate. Proses pengambilan gambar dilaksanakan di kawasan wisata Gunung Sepikul, Desa Tiyaran, Kecamatan Bulu, Kabupaten Sukoharjo.

Danramil Kartasura Kapten Inf Mardiyanto dalam sambutannya mengatakan Karang Taruna memegang peranan penting dalam proses regenerasi.

“Dalam 5-20 tahun kedepan, kalian adalah pengganti generasi saat ini, saya sebentar lagi pensiun,” katanya.

Danramil menghimbau agar Karang Taruna belajar banyak hal seperti teknologi, pertanian dan organisasi.

“Nasib bangsa ini di tangan kalian,
tantangan kedepan semakin kompleks persiapkan diri sedini mungkin,” ungkapnya.

Danramil berpesan agar Karang Taruna tidak lupa minta doa restu dari orang tua.

“Jika orang tua masih hidup muliakanlah mereka, berbaktilah kepada mereka dan jangan pernah menghardik mereka,” jelasnya.

“Berbakti kepada orangtua adalah nikmat yang luar biasa,” lanjutnya.

Penggagas Kartasura Greget Djuyamto,SH, MH memberikan materi terkait budaya.

“Bicara soal budaya, ketika Perang Dunia 2 terjadi, Jepang menyerah kalah setelah bom atom dijatuhkan di Kota Hiroshima da Nagasaki,” katanya.

“Ketika bom atom menghancurkan negara Matahari Terbit apa yg dilakukan Kaisar Hirohito. Beliau menanyakan kepada para jendral berapa jumlah guru yang masih hidup, bukan tentara, polisi, para jenderal menjawab masih ada 45 ribu guru,” sambungnya.

Pria yang akrab disapa Mas Djoe tersebut menuturkan karena yang menentukan kekalahan Jepang adalah mereka tidak mau belajar dari Amerika Serikat.

“Melalui pendidikan bisa memajukan bangsa. Kini Jepang jadi negara unggul, banyak produknya menguasai pasar dunia,” ulasnya.

Mas Djoe memberikan sebuah contoh jika mendengar nama Samsung pasti yang terbayang langsung terbayang negara Korea Selatan.

“Betapa hasil produk menjadi identitas sebuah bangsa. Termasuk drama Korea juga merupakan hasil budaya,” jelasnya.

Melalui budaya, lanjut Mas Djoe eksistensi bangsa dikenal, maka pemerintah melalui UU No 5 Tahun 2017 menyatakan kebudayaan adalah hal yang strategis dan penting menjadi instrumen bagi pertahanan sebuah bangsa.

Mas Djoe juga menyorot soal ancaman budaya lokal yang kian tergerus oleh modernisasi.

“Ancaman budaya tergerus itu nyata terjadi, kita bersyukur Koramil Kartasura dan Kodim 0726/Sukoharjo mengingatkan akan budaya luhur bangsa,” terangnya.

Mas Djoe mencontohkan pemakaian blangkon saat ini dianggap aneh, Padahal ini budaya lokal.

“Kalau generasi muda sudah tidak bangga akan warisan leluhur maka budaya kita sudah tercabut dari akarnya,” katanya.

Mas Djoe meminta Karang Taruna membuat kegiatan yang bernafaskan pelestarian budaya lokal, soal pendanaan dia siap membantu.

“Ayo adik-adik buat kegiatan bertema jati diri bangsa seperti lomba permainan tradisional, nulis huruf jawa, pelestarian tari daerah, silahkan buat proposalnya,” terangnya.

Di era saat ini Lanjut Mas Djoe, sudah merupakan zaman canggih, semua tinggal dicari di smartphone.

“Apa-apa ada di internet , yang susah saat ini mencari teladan dan menjadi teladan,” tandasnya.

Di akhir pemaparannya, Mas Djoe meminta semua hadirin untuk berdiri sambil mendengarkan lagu nasional Indonesia Pusaka, di meminta agar para pemuda yang hadir meresapi syair lagu tersebut.

Mas Djoe berharap akan timbul semangat baru dalam mencintai budaya Indonesia yang beragam dan luhur.

Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah Soni Sumarsono memberikan materi terkait kepemimpinan.

Dia menjelaskan tentang pentingnya berorganisasi, memahami administrasi dan melakukan manajemen.

“Organisasi itu seperti laboratorium tempat berproses, persiapkan diri karena masa depan bangsa di tergantung kalian,” tandasnya.

Sebelum launching video klip Lagu Indonesia Sejati Dandim 0726/Sukoharjo Letkol Czi Slamet Riyadi mengatakan lagu tersebut merupakan inisiasi dari Djuyamto, SH, MH yang memberi tugas kepada musisi Andi Zate untuk membuatkannya lagu.

“Lagu ini sebenarnya sudah diciptakan 3 tahun yang lalu namun belum menemukan sosok yang cocok,” terangnya.

Setelah ngobrol, akhirnya proses take vocal dilakukan.

“Lagu ini bercerita kita sebagai Warga Negara Indonesia jangan lupa membela bangsa apalagi sebagai generasi muda, nanti kita akan menyerahkan tampuk perjuangan kepada kaum muda,” tutupnya.

Lagu Indonesia Sejati tersebut dapat disaksikan di Channel YouTube Andi Zate.(Relink-24T)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *