Ini Reaksi LBH Astranawa Terhadap Terkait Tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang

banner 468x60
Share disini :

MALANG – Kericuhan yang terjadi dalam tragedi tragis di Stadion Kanjuruhan, Malang pasca laga Arema FC vs Persebaya yang menelan korban 129 jiwa, Sabtu (01/10/2022).

Kejadian tersebut mendapatkan reaksi dan respon dari Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Bantuan Hukum Astranawa Bela Indonesia (DPP LBH Astranawa), Andi Mulya, S.H., M.H., CPLE. Ia mengucapkan bela sungkawa dan menyayangkan atas tindakan aparat kepolisian yang menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan.

“Kami segenap Pengurus LBH Astranawa berbela sungkawa atas korban yang meninggal dan luka-luka, kami juga sangat menyayangkan serta kecewa atas tindakan aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton dan secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan.” Ungkap Andi Mulya kepada media ini, Minggu (02/10/2022).

“Akibatnya, diduga banyak penonton yang sulit bernapas dan pingsan. Sehingga, banyak jatuh korban yang terinjak-injak di sekitar Stadion Kanjuruhan Malang.” Imbuh Andi.

Lanjut Andi, bahwa penggunaan gas air mata sudah dilarang sesuai aturan FIFA.

“Padahal, penggunaan gas air mata di stadion sepakbola sesuai aturan FIFA dilarang. Hal itu tercantum dalam FIFA Stadium Safety and Security Regulations pada pasal 19 huruf b disebutkan bahwa sama sekali tidak diperbolehkan mempergunakan senjata api atau gas pengendali massa,” Lanjut Andi.

Masih kata Andi, LBH Astranawa siap memberikan bantuan hukum kepada Aremania untuk menuntut kepada semua institusi yang terlibat agar bertanggung jawab dalam tragedi kemanusian ini dan meminta kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit juga harus mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat yang bertanggung jawab dalam mengendalikan pengamanan pada pertandingan antara tuan rumah Arema FC Malang melawan Persebaya Surabaya.

Kemudian, memerintahkan Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta untuk mempidanakan panitia penyelenggara pertandingan antara Arema FC vs Persebaya pada Sabtu (1 Oktober 2022).

” Jatuhnya korban tewas di sepakbola nasional ini, harus diusut tuntas pihak kepolisian.” Katanya.

“Jangan sampai pidana dari jatuhnya suporter di Indonesia menguap begitu saja,  seperti hilangnya nyawa dua bobotoh di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada bulan Juni lalu.” Terang Ketua Umum LBH Astranawa.

” Kami juga meminta ke Presiden Jokowi harus memberikan perhatian terhadap dunia sepakbola di Indonesia yang selalu ricuh dan menelan korban jiwa.” Harapnya

Kemudian, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule) seharusnya malu dan mengundurkan diri dengan adanya peristiwa terburuk di sepak bola nasional. (Abd)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *