Penyaluran BLT UMKM Didesa Kacangan Diduga Sarat Kepentingan Oknum Pemdes Tidak Tepat Sasaran, Bantuan Cair Ke Warga Tak Miliki Usaha

banner 468x60
Share disini :

CAKRAWALA NUSANTARA.COM | LAMONGAN–Penyaluran program bantuan pemerintah untuk kelompok usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) atau biasa disebut bantuan Presiden (Banpres) produktif usaha mikro (BPUM) didesa Kacangan kecamatan Modo kabupaten Lamongan diduga Sarat dengan kepentingan oknum (Kades) kepala Desa dan oknum perangkat desanya, serta penyaluran program bantuan tersebut dirasa warga tidak tepat sasaran.

 

Dana hibah pemerintah yang seharusnya diterima oleh para pelaku UMKM berdasarkan peraturan menteri koperasi dan UKM (Permenkop UKM) No.2 tahun 2021, justru juga cair ke warga biasa, alias tidak memiliki usaha, dan mirisnya juga diterima oleh keluarga (Kades) serta keluarga perangkat desa yang juga tidak memiliki usaha, dan masih terbilang mampu.

 

Dari hasil penelusuran investigasi awak media ini dilapangan mendapatkan bukti dan fakta, dari total keseluruhan terdapat 41 penerima bantuan BLT UMKM didesa Kacangan, yang pencairan pertama pada bulan empat Ahir kemarin menerima 600 ribu, serta pencarian kedua ini tambahan BLT minyak goreng 300 ribu setiap orangnya dengan penerima yang sama melalui kantor Koramil setempat, dari data tersebut setidaknya ada 13 penerima bantuan yang diduga kuat tidak memiliki usaha, dan juga sebagian masih kerabat Oknum (Pemdes) Pemerintah Desa setempat.” Rabu (18/05/2022).

 

Hal itu juga disampaikan oleh warga Desa Kacangan yang tidak mau disebut namanya mengatakan, saya mempunyai usaha kecil-kecilan dari dulu hingga sekarang saya tidak pernah mendapat bantuan apapun dari Desa, tadi juga saya menuntut keadilan ke kantor balai Desa, bersama para warga kurang lebih ada 15 orang, karena kemarin ada bantuan cair 600 ribu untuk UMKM yang sudah dicairkan, akan tetapi orang yang menerima bantuan tersebut malah tidak mempunyai usaha, anehnya yang mempunyai usaha seperti saya tidak mendapatkan bantuan BLT UMKM, kami menuntut keadilan itu,”Ungkap warga yang tidak mau disebutkan namanya.

 

Masih dari keterangan sumber yang sama, di Balai Desa tadi katanya ada pihak dari Kecamatan yang akan hadir, setelah ditunggu ternyata tidak ada yang hadir, serta kepala desa ataupun perangkat desa juga tidak ada yang menemui kami, yang menemui kami hanyalah (BPD) badan permusyawaratan desa, dan tadi juga cair lagi 300 ribu penerimanya sama seperti yang kemaren.”tutur warga tersebut.

 

Dari narasumber lain yang juga warga Desa kacangan turut memberikan keterangan, kalau saya mendapatkan bantuan BLT UMKM itu Pak, karena saya benar-benar mempunyai usaha, mulai dari yang kemarin pertama saya menerima 600 ribu dan ini tadi baru mengambil lagi 300 ribu dikantor Koramil Modo, kalau dulu yang mendata saya adalah (Kasun) kepala dusun.”kata narasumber kedua yang juga tidak mau disebut namanya.

 

Narasumber kedua melanjutkan, memang benar kemarin saya rasa tidak tepat sasaran, karena ada berepa yang tidak mempunyai usaha dan itu masih keluarga (Kades) serta keluarga (Kasun) mendapatkan bantuan UMKM.

Sayangnya kalau ada warga menanyakan permasalahan tersebut ke Pak (kades) selalu diputer-puter, di suruh menanyakan ke Pak (Kasun) dan Pak (Kasun) sediri menyuruh menanyakan ke Pak (Kades) sampai warga protes ke balai desa tadi.”Ujar narasumber kedua.

 

Disisi lain awak media ini mendatangi kantor balai Desa untuk keperluan konfirmasi guna mendapatkan informasi yang baik dan benar serta berimbang namun (Kades) sedang ada acara diluar kantor.

Hanya bisa bertemu dengan Sekretaris Desa (Sekdes) dan Memberikan tanggapan sedikit terkait permasalahan warganya menjawab, untuk permasalahan atau keluhan warga terkait BLT UMKM sudah ditampung sama ketua BPD, nanti akan diprioritaskan untuk yang berikutnya, untuk pendataan atau pencairan saya sendiri tidak tahu terkait bantuan UMKM tersebut.”Pungkas Sekdes Desa Kacangan.(Tim/Red)

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.